The Beginning

Like the tagline said, I was an obese. Aku terlahir kurus, tapi sejak aku menginjak masa puber, sekitar kelas 5 SD, aku makan banyak sekali. Mungkin bisa makan Pizza H*t dan McD**ald di hari yang sama. Selain itu, aku suka sekali cemilan (keripik, kerupuk, dan saudara-saudaranya) dan es krim. Tidak heran kalau berat badanku waktu SD langsung naik sekitar 10-15kg.

Aku ingat, waktu SMP kelas 2 atau 3, sekolahku kedatangan peneliti atau dokter (lupa) dari Jepang. Mereka melakukan pendataan anak-anak yang mengalami obesitas, kalian bisa tebak, aku termasuk salah satunya. Beratku saat itu sudah mencapai 75 kg dengan tinggi badanku yang hanya 154 cm (udah mirip teddy bear besar itu hahahahahahaha).

Sampai akhirnya aku lulus SMA dan kuliah di Jakarta, berat badanku mencapai 83 kg. Kebetulan aku ikut ekskul paduan suara. Kami beberapa kali ikut lomba paduan suara di UI dan tampil untuk acara-acara kampus dan lain-lain. Pertama kali aku merasa bahwa aku sudah cukup gemuk ketika kami akan maju lomba di UI. Kami akan menyanyikan lagu Janger, lagu daerah Bali, dan kami harus menyewa kebaya. Untuk pakai kebaya, pasti ada kemben dalamnya, kan. Nah, perjuangan untuk memakai kemben itu luar biasa berkeringat karena rupanya ukuran yang paling besar pun sesak HAHAHAHAHA.

Kedua kalinya, di tahun 2014, aku wisuda, kan harus pakai kebaya juga. Wah… Perjuangannya luar biasa. Pilihannya sedikit sekali. Pakai yang ini jelek, itu jelek, ukurannya tidak pas. Untung masih ada satu yang muat. Akhirnya aku sewa yang itu. Di titik ini, aku sudah mulai muak dengan obesitasku. Hanya saja aku masih belum bertekad untuk diet.

Yang ketiga kalinya, adalah ketika pagi hari sebelum aku wisuda. Namanya cewek, harus nyalon dulu cyin biar cetar gitu waktu difoto. Di salon, setelah make up dan hair do beres, aku ganti baju di kamar ganti yang sudah disediakan oleh salon. Ya ampun Tuhanku, perjuangannya untuk bisa memakai kemben benar-benar luar biasa. Kebetulan kembennya dikencangkan dengan tali. So, seperti pakai korset yes. Supaya kemben jangan sampai lepas, talinya harus diikat kencang, akibatnya saya engap. Di acara wisuda juga, aku kelihatan besar sekali seperti manusia salju. Di saat itu dan titik itulah, aku bertekad untuk diet dan berolahraga demi menurunkan berat badan.

Coba tebak, aku yang mana hahahaha. Yang pakai kacamata, bener. Gede kan, kaya manusia salju.

Setelah wisuda, bulan Juli 2014 aku langsung pulang ke Semarang. Saat itu lah aku benar-benar bertekad untuk jadi kurus lagi.

That’s how the journey begin. Perjalanan yang cukup panjang dengan hasil yang memuaskan. I’ll see you on my next post about my journey to become the Skinny Stella. Cheers!!

😉