The Journey (PART 1)

No pain, no gain. No effort, no result.

Fat loss is not weight loss.

Fat loss is 70% diet and 30% exercise.

Pernah dengar kalimat itu? Those are true. Pertama-tama, aku ingin kalian paham dulu bahwa yang benar adalah fat loss bukan weight loss. Fat loss adalah menurunkan kadar lemak tubuh, sedangkan weight loss adalah menurunkan berat badan. Memang ya, kalau lihat jarum timbangan ke kiri rasanya seneng bener. Tapi, weight loss belum tentu lemaknya yang turun. Berat badan kita terdiri dari air dan cairan tubuh, tulang, lemak, dan otot. Kalau kalian hanya ingin berat badan turun, gampang kok, sauna aja tuh, atau panas-panasan di lapangan seharian, dan jangan banyak-banyak minum air, dijamin berat badan kalian akan langsung turun. BUT, yang turun adalah kadar air bukannya lemak. Padahal, yang sebenarnya kita inginkan kan lemak yang menggelambir di perut, tangan, dkk yang hilang. So, tolong diubah dulu mindset kalian bahwa yang kalian perlukan untuk menurunkan berat badan adalah fat loss. Supaya fat loss kalian berhasil, kalian harus melakukan 2 hal, diet dan gym. Diet SANGAT WAJIB kalian lakukan jika ingin mendapatkan hasil yang kalian inginkan, apapun itu, karena diet adalah makanan yang kalian asup setiap hari. Olahraga hanya membantu mempercepat prosesnya. Pokoknya niat dulu deh nomer 1. Pasti lancar.

Perjalanan dietku dimulai sejak aku pulang ke Semarang bulan Juli 2014. Bulan Agustus 2014, aku mulai diet. Diet yang aku coba adalah makan 5 kali sehari (WHAT?? 😱). Tenang, 5 kali sehari itu teriri dari 3 kali makan besar dan 2 kali makan ringan. Ketika makan besar pun, nasi harus secukupnya saja, tidak boleh berlebihan. Dalam tiap makan besar, harus ada protein. 2 kali makan ringan, bisa dengan makan buah atau oatmeal. Lumayan kenyang lho. Kalian pasti bingung kenapa turunin berat badan malah makan 5 kali sehari. Tujuannya supaya metabolisme kita yang jelek dan rendah dibuat jadi bagus dan naik. Kalau metabolisme bagus, walaupun sedang tidur, tubuh akan tetap membakar lemak kita berlebih. Nah, supaya lebih ntaps, diet harus dibantu dengan olahraga.

Di bulan September 2014, aku mulai berolahraga. Awalnya, aku latihan sendiri sebanyak 3 kali seminggu. Berhubung udah niat banget, aku sudah cari info gitu deh gimana latihan yang bagus buat menurunkan berat badan. Aku selalu treadmill selama 30-60 menit, lalu dilanjutkan dengan angkat beban. Masing-masing hari beda otot. Misalnya, aku gym hari Senin, Rabu, dan Jumat. Nah, hari Senin aku latihan otot dada dan triceps, Selasa otot bahu dan biceps, Jumat otot punggung dan triceps. Untuk angkat beban, selalu pasangkan otot besar dengan otot kecil, dan latihlah otot besar dulu, setelah itu baru otot kecil. Otot besar terdiri dari kaki, dada, dan punggung. Otot kecil terdiri dari triceps (lengan bawah), biceps (lengan atas), bahu, dan perut. Aku latihan sendiri seperti ini sekitar 2 bulan pertama. Setelah itu, aku mulai ikut kelas di gym.

*Berlanjut ke PART 2. Stay tuned

Salam sehat!!

Cheers

😉