6 Mitos vs Fakta Cewek Angkat Beban

Selama hampir 5 tahun aku olahraga di gym, sering banget aku ditanya soal angkat beban ini, terutama sama cewek-cewek. Kebetulan, dari semua olahraga, aku kecantol banget sama weightlifting, dan sampai sekarang aku masih terus latihan, bahkan mengajar kelasnya. Udah hampir 5 tahun, dan badanku masih begini-begini aja, mentok-mentok paling agak lebih ngebentuk dari tahun-tahun sebelumnya. Berikut aku rangkum pertanyaan-pertanyaan yang jadi “momok” buat cewek-cewek yang mau angkat beban.

Mitos 1: Ih, ogah angkat beban, bikin badan besar kaya cowok.

Fakta: Saudari-saudariku yang terkasih, cewek-cewek yang punya badan kaya gambar di atas itu antara latihannya gila-gilaan, diet super ketat, atau mungkin suntik hormon atau steroid. Sekali lagi, bawaan lahir cewek, hormonnya ga bisa bikin besar karena hormon testosteron kita jauh lebih sedikit dibanding cowok-cowok. Hormon testosteron yang sedikit ini bikin cewek harus latihan 10x lipat lebih keras dari cowok kalau mau badannya lebih toned. Lebih toned aja tahunan, shay, apalagi besar berotot gitu, nyaris ga mungkin. Jadi, syukurin aja lah ya.

Mitos 2: Aku kok habis angkat beban kemarin, encok ya. Lutut juga sakit. Angkat beban rawan cedera, ya. Jadi takut nyoba lagi.

Fakta: Girls, ini nasihatku sebagai instruktur, SAFETY FIRST. Gimana caranya? Tanyalah detil cara ngelakuin gerakan-gerakan angkat beban yang bener ke orang-orang yang paham. Bisa ke temen-temen kalian yang udah sering latihan, instruktur atau PT di gym, atau mbah Google (buat yang berani nyoba sendiri). Yang ga berani coba sendiri, bertanyalah, ga tanya sesat di jalan, dalam kasus ini ga tanya kalian jadi encok seminggu. Kalau kalian ikut kelas angkat beban, dan kalian belum yakin bener sama teknik kalian, adjust your weight, girls. Untuk angkat beban, menurutku yang paling penting adalah teknik harus bener dulu, nanti seiring waktu beban akan menambah, yang penting jangan sampe kecengklak encok dan lutut.

Mitos 3: Bisa ga angkat beban bikin kaki/tangan/perut kecil?

Fakta: Angkat beban itu sama kaya olahraga lain. Target latihannya semua tubuh. Dan, bukan bikin kecil, tapi lean atau toned. Tujuan angkat beban itu kan menaikkan massa otot supaya bisa membakar lemak lebih. Perlu kalian tahu, lemak dan otot itu berbanding terbalik, jadi kalau otot kalian naik, lemak kalian akan turun (harus dibarengi diet ya). Yang naik ga bisa dipilih juga. Kalau naik, ya naik semua, turun ya turun semua. Sama kaya aku, aku pingin gedein bokong, massa ototku naik 3-5 kg, yang keliatan ga cuma di bokong, di lengan juga keliatan lebih kebentuk. Intinya, syukurin and love your body.

Mitos 4: Cewek yang bagus latihan beban ringan dengan repetisi banyak, daripada beban berat dengan repetisi sedikit.

Fakta: Harus kombinasi latihan dua-duanya. Kenapa? 2 latihan itu punya tujuan yang beda sama sekali. Beban ringan repetisi banyak punya tujuan untuk melatih endurance atau ketahanan otot saat kita latihan beban. Bikin otot, otak, dan diri lebih disiplin kalau kita lagi latihan. Beban berat repetisi sedikit berfungsi untuk melatih strength dan power otot kita. Latihan ini yang bisa bikin kita kuat angkat beban agak berat. Misalnya aja, tiba-tiba kalian harus mindahin posisi ranjang di kamar, nah, latihan angkat beban berat inilah yang akan bikin kalian kuat mindahin.

Mitos 5: Aku lagi hamil, nih, ga boleh capek-capek, apalagi angkat beban.

Fakta: Kalau kalian memang masih ingin olahraga, konsultasikan dulu dengan dokter kadungan kalian. Selama dokter kalian kasih clearance, kalian boleh lakuin kok (sesuaikan beban dengan kemampuan dan batas angkatan dari dokter). Kita di Indonesia kenal yang namanya tukang urut bayi atau bidan yang biasanya bisa urut ibu hamil untuk mengatur posisi bayi di dalam perut. Nah, di luar negeri kaga ada begituan. Mereka cuma tau kalau sering squats, perut akan kuat, kuat banget malah, untuk melahirkan. Ini bisa kita ambil ilmunya. Squats emang bagus banget untuk melatih otot perut, terutama buat cewek-cewek biar kuat waktu lahiran. Ga usah takut untuk melakukan olahraga yang kalian suka saat hamil. Inget untuk konsultasikan dulu dengan dokter kalian untuk keamanan ibu dan janin.

Mitos 6: Badanku kaku, nih, ga flexible gara-gara sering angkat beban.

Fakta: Angkat beban emang bikin kaku karena gerakan-gerakannya mendekin otot (tujuannya biar otot lebih terlihat). Tapi, itu bukan alasan untuk ga melakukan stretching, yoga, atau pilates. Kalau kalian tanya guru-guru yoga, mereka tetap latihan beban loh. Latihan beban berfungsi untuk melatih kekuatan saat melakukan pose-pose yang membutuhman kekuatan otot, seperti chaturanga (gambarnya di atas). Gerakan di atas membutuhkan kekuatan otot lengan belakang atau triceps, punggung, bahu, dan core (kalau ga kuat, bisa jatuh tengkurap 😂😂). Biar badan ga kaku, selalu lakukan stretching setelah angkat beban. Kalian juga bisa selingi latihan beban dengan yoga atau pilates untuk menjaga kefleksibelan tubuh kalian.

Salam setrong, girls! 💪

Cheers

😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s